[REVIEW] TUHAN UNTUK JEMIMA BY INDAH HANACO

                                                                  


Judul                           : Tuhan untuk Jemima
Penulis                        : Indah Hanaco
Editor                          : Gita Savitri
Desain Sampul           : Shutterstock dan Mulyono
Tahun Terbit               : 2015
Halaman                     : 305
Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama

Jemima, gadis gelisah yang merindukan Tuhan, tapi tidak tahu harus mencari ke mana. Diberi kebebasan memilih agama, Jemima malah makin bimbang. Aplagi sederet tragedi sedang mengintai gadis itu dan keluarganya.
            Kenneth, pria belia yang sangat tahu apa yang diinginkannya daalam hidup ini, sibuk berjuang untuk kelestarian lingkungan. Saat menyaksikan paus-paus kesayangannya dibantai, dia berkesimpulan tidak memercayai keberadaan Tuhan adalah keputusannya yang paling cerdas.
            Kala keduanya bertemu di Selandia Baru, negara cantik berangin dengan berjuta keajaiban, otak dan hati mereka seolah diadu. Di antara keindahan pohon rima, di antara pertarungan hidup dan mati, serta tamu khusus berwajah cahaya, akankah menemukan hidayah-Nya.

☺☺☺

            Cerita di awali dengan kisah Kenneth yang tergabung dalam SWC, Sea Worl Conservacy yang melakukan kampanye. Kegiatan khusus SWC untuk mengagalkan pembunuhan paus secara besar-besaran dan memberitahukan pada dunia betapa pentingnya menjaga kelestarian paus. Kenneth yang tergabung dalam SWC rela untuk meninggalkan bangku kuliah demi mengikuti jejak Lockhart, pamannya dan Alec, sepupunya. Bergabung dengan SWC membuatnya menyayangi para paus, ketika para paus satu persatu dibunuh di depannya Kenneth merasa sedih, dia merasa Tuhan itu tak ada. Ya, kenneth menjadi seorang atheis.

“.... sepertinya Tuhan sama sekali tidak tertarik untuk berbuat sesuatu. Tuhan tampaknya punya urusan lain yang lebih penting......” Hal 15.

Jemima, gadis yang masih baru lulus SMA harus merasakan hal pahit dalam hidupnya. Dia harus kehilangan Ashlyn kakaknya yang paling disayanginnya dalam sebuah kecelakaan. Kehilangan Ashlyn membuat keadaan keluarganya menjadi kacau, papa dan mamanya menjadi lebih pendiam dan saling menghindar satu sama lain. Jemima sedih melihat kenyataan itu, dia ingin berdoa pada Tuhan, tetapi Tuhan yang mana? Dilahirkan dari keluarga yang memiliki latar belakang agama yang berbeda dan dibebaskan untuk memilih agama membuat Jemima bimbang. Jemima pun memutuskan ke Selandia Baru untuk mencari keberadaan Tuhan.
Di Selandia barulah Kenneth dan Jemima bertemu. Jemima pun melakukan perjalanan dengan Nick, tantenya serta Kenneth dengan teman sesama anggota SWC, Stu dan Remy. Perjalanan itu menimbulkan perasaan tak menentu di hati Jemima, Jemima merasa jantungnya perlu diperiksakan ke dokter saat itu juga. Ketika hati Jemima mulai tak karuan, panggilan mendadak papanya membuatnya harus kembali. Sebuah kenyataan pahit menunggunya, Ashlyn meninggal bukan karena kecelakaan, melainkan dibunuh. Setelah mengetahui kenyataan itu hidup keluarga Jemima mulai tak tenang, teror demi teror selalu menghantui mereka. Jemima mulai mencari keberadaan Tuhan di tengah-tengah ancaman dalam keluarganya.
☺☺☺


Kebetulan Tuhan untuk Jemima ini merupakan novel pertama dari kak Indah Hanaco yang terasa sangat spesial karena kak Indah sendiri yang mengirimkan novel ini padaku (makasih kak indah... J ). Sejak membaca kalimat awal di novel ini aku langsung penasaran untuk terus membacanya, dan untung saja bab 1 dimulai dari cerita Kenneth dan SWC yang membuatku sangat-sangat menyukainya. Aku baru tahu kalau paus keberadaannya juga terancam punah karena perburuan liar, kukira dulu hanya hiu saja yang hampir punah. Aku benar-benar ikutan geram dengan keserakahan manusia yang membunuh paus secara besar-besaran. SWC dan perburuan paus secara liar menjadi pesan penting dalam novel ini, dan aku sangat suka ketika tokoh utamanya seorang aktivis lingkungan, itu terasa keren bagiku. Pesan sederhana tapi paling menyentuh bagiku adalah

            “ikan-ikan itu seakana mengejek Yao Maru 3. Itu cara sederhana bagaimana Tuhan menunjukkan kebesaran-Nya, Di bosnya.” Hal 56.

Novel ini memiliki banyak pesan moral terutama bagi yang masih mencari keberadaan Tuhan seperti Jemima dan kenneth, mereka harus melampaui serangkaian peristiwa tidak terduga untu benar-benar menemukan bahwa Tuhan itu ada dan sangat dekat dengan mereka. Ide tentang pencarian Tuhan ini menurutku sangat bagus, terlebih ketika Kenneth yang seorang Atheis dan Jemima yang hidup dari keluarga beda keyakinan bertemu. Hal lain yang juga kusukai dari novel ini adalah teka-teki kematian Ashlyn yang sukses membuatku bertanya-tanya. Untungnya sih tebakanku mengenai pembunuh Ashlyn benar (Yeayyyyyyyyyy), walau ada twist tak terduga mengenai pembunuh Ashlyn. Mungkin aku kurang suka sih dengan ending novel ini (Hiks..), terasa kurang greget. Terlebih tentang alurketika pembunuh Ashlyn terungkap, terasa kurang ngena dan terasa terlalu cepat bagiku. Padahal aku ingin membaca interaksi antara Jemima dengan pembunuh Ashlyn loh. (Hiks....) Secara garis besar aku sangat menyukai novel ini walau terdapat Typo. Hehehe...... Karena novel ini sangat menarik aku kasih rating 4,5 deh dari 5. Terima kasih kaka Indah atas hadiah manisnya ^^, kutunggu karya selanjutnya. ^^



                                                                                        Regards                                                                                                                                                       


                                                                                         Rizqa

0 komentar:

Posting Komentar

 
;