Judul :
Love With a Witch
Penulis :
Hyun Go Wun
Penerjemah :
Ratna Sitta Hapsari
Penyunting :
Novianita
Proofreader :
Yuli Yono
Cover Desain :
Bambang Gunawan
Halaman :
320
Tahun Terbit : 2015
Penerbit : Penerbit Haru
Kau tidak
percaya penyihir? Sayang sekali.
Jangan terlalu
serius dalam segala hal dan cobalah untuk bermimpi, sesekali.
Siapa tahu saja,
suatu hari nanti seorang penyihir akan membuat keinginanmu jadi nyata hanya
dengan mengayunkan tongkat sihirnya.
Jun
Hwi bertemu dengan seorang perempuan yang menyelamatkan keponakannya-Eun Yoo-
dari kecelakaan.
Mata
perempuan itu ...
Seperti
mata kucing yang bersinar.
Bagian
putihnya terlihat transparan karena sangat putih. Tatapan mata yang tajam itu
membuatnya tidak berbeda dengan tatapan mata penyihir yang sering muncul di
buku bergambar milik Eun Yoo.
Tidak
salah lagi. Perempuan itu adalah penyihir. Kalau ia bukan penyihir, tidak
mungkin Jun Hwi bisa begitu mudah menitipkan keponakan kesayangannya pada
perempuan yang baru dikenalnya. Padahal anak itu sedng diincar-incar orang
jahat. Belum lagi, kenapa Jun Hwi jadi ingin mencium penyihir itu?
Sihir
apa yang perempuan itu rapalkan pada Jun Hwi?
☺☺☺
Novel yang ala-ala drama Korea ini menceritakan tentang
Soo An yang menyelamatkan Eun Yoo dari sebuah kecelakaan. Berkat sikap
kepahlawanannya itu Soo An menerima permintaan tolong yang tak masuk akal dari
paman Eun Yoo, Jun Hwi yaitu menjaga Eun Yoo.
Jun Hwi pastilah sudah gila karena menitipkan keponakan kesayangannya
pada orang asing, sepertinya Soo An memiliki semacam sihir.
Jun
Hwi terpaksa melakukannya karena Eun Yoo berada dalam bahaya, banyak
orang-orang yang sedang mengincar nyawanya. Firasatnya mengatakan ini ulah
keluarga Lee, keluarga dari suami adiknya. Mereka mengincar warisan Eun Yoo.
Soo
An seperti malaikat apabila di dekat Eun Yoo, tetapi dia akan berubah menjadi
penyihir bila di dekat Jun Hwi. Perempuan itu memmbenci Jun Hwi, membenci Jun
Hwi yang tidak mampu menjaga keponakan kandungnya sendiri.
“Hanya karena satu orang wali tidak
bertanggung jawab sepertimu nyawa seorang anak hampir hilang. Apakah kau paham betapa
berbahayanya situasi yang sedang kau hadapi saat ini?” hal 44.
☺☺☺
Seperti
cerita dalam drama korea, terdapat konflik-konflik yang berhubungan dengan
perebutan kekuasaan dan harta warisan dalam keluarga Chaebol, tetapi kali ini
Eun Yoo lah yang memiliki kunci dari perebutan kekuasaan ini.
Jun
Hwi yang awalnya meminta tolong pada Soo An untuk menjaga Eun Yool pelan-pelan
melibatkan perasannya pada urusan mereka. Jun Hwi benar-benar sudah terkena
sihir dari seorang Yoon Soo An.
“Aku bukan sedang terkena sihir. Tapi
karena aku terlalu lama berada di pelukannya.” Hal 127.
Bagi
kamu penyuka drama korea, aku merekomendasikan novel ini. Novel ini memang
dibuat ala-ala drama korea yang penuh dengann konflik dan kejadian tak terduga.
Tokoh favoritku dalam novel ini adalah Eun Yoo, umurnya baru enam tahun tapi
sikapnya sangat dewasa, sangat berbeda dengan anak-anak seusianya. Yang kusukai
dari Eun Yoo adalah kedewasaan dan sikap pengertiannya terhadap kesulitan yang
sedang dialami pamannya.
“Bagaimanapun juga Eun Yoo bisa
menahan perasaannya. Dan dia pun menunggu cinta itu datang.” Hal 102.
Sama seperti Soo An, aku
mulai menyayangi Eun Yoo setelah membaca novel ini, aku ingin sekali melihat
Eun Yoo bahagia dengan keluarganya tanpa harus selalu menunggu.
“Aku tidak ingin dia begitu.
Seharusnya dia bisa meresakan cinta itu dengan bebas. Yang terjadi padanya saat
ini , dia sama sekali tidak tahu arti bahagia. Yang dia tahu hanya menunggu dan
menunggi. Dan itu memuatku sedih.” Hal 102.
Konflik
dalam novel ini sebenarnya sudah bagus tapi proses dan peyelesaian konflik ini
lah yang terasa kurang menurutku. Menurutku, setiap langkah Jun Hwi mencari
tahu orang-orang yang ingin mencelakai Eun Yoo perlu ada dalam novel ini,
karena peristiwa itu terasa penting sekali, maksudku harusnya ada satu petunjuk
yang entah itu merujuk langsung pada pelaku ataukah petunjuk yang mengecoh.
Walau di bagian akhir penulis menyertakan twist tak terduga, itu masih terasa
kurang bagiku.
Ide
untuk menitipkan keponakan pada orang asing okelah, tapi sedikit kurang relevan
sih, karena itu aku menyebutnya ini terasa seperti drama korea (untungnya bukan
drama makjang). Mungkin inilah yang menjadi daya tarik novel Korea, mengangkat
hal-hal yang sebelumnya terasa tidak relevan. Aku acungi jempol buat Hyun Go
Wun. Ini novel kedua Hyun Go Wun yang telah kubaca, walau bukan pembaca setianya,
aku sangat tertarik dengan cara berceritanya yang mengalir dan tak terduga.
Terjemahan yang apik dari Haru membuatku betah untuk membaca novel ini sampai
selesai. Cover ini terasa sangat manis buatku, aku paling suka membeli novel
Haru karena covernya yang unyu-unyu seperti novel ini :D Terlebih lagi di
setiap bab terdapat ilustrasi gambar dengan tema utama penyihir yang disertakan
dengan quote-quote apik dan buku pedoman sihir ... Yeayyy... selamat tersihir
dengan novel ini ^^.
Aku memberikan rating 4,5
dari 5 deh dari novel yang unyu ini ^^.
Regards,
Rizqa


0 komentar:
Posting Komentar